Maghrib baru saja lewat dan aku masih belum mandi. Penat sangat terasa raga ini setelah perjalan 8 jam sampai di Bengkulu lagi.
Kutatap raut wajah yang amat kusam di dalam cermin, ditumbuhi bulu-bulu yang tidak lagi beraturan.
Kuraih pisau cukur dari kotak sabun di kamar mandi. Kumulai memotong bulu-bulu yang tumbuh di wajah ini. Lumayan, silet ini masih tajam rupanya.
Sleeeeeetttt........
Aduuuhhhh........
S**lan...rahangku terluka sepanjang 5 senti..
F**k...Mau marah tapi tidak ada yang mau dimarahi.
Darah mengalir.
Kepalaku pusing.
"makanya Man..., lain kali hati-hati.. !!, jangan melamun..!!" kata lelaki di dalam cermin..
Akupun tersadar,
Astaghfirullah..
ampuni dosa-dosa hamba ya Rabbi..
Kutatap raut wajah yang amat kusam di dalam cermin, ditumbuhi bulu-bulu yang tidak lagi beraturan.
Kuraih pisau cukur dari kotak sabun di kamar mandi. Kumulai memotong bulu-bulu yang tumbuh di wajah ini. Lumayan, silet ini masih tajam rupanya.
Sleeeeeetttt........
Aduuuhhhh........
S**lan...rahangku terluka sepanjang 5 senti..
F**k...Mau marah tapi tidak ada yang mau dimarahi.
Darah mengalir.
Kepalaku pusing.
"makanya Man..., lain kali hati-hati.. !!, jangan melamun..!!" kata lelaki di dalam cermin..
Akupun tersadar,
Astaghfirullah..
ampuni dosa-dosa hamba ya Rabbi..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar