Jumat, 11 Maret 2011

Kaur

Di bawah terik sang surya
peluh mengalir dari ubun-ubun kepala

"nikmati saja", 
kata bapak tua penjaga parkir

senyum pun tersimpul dari bibir bapak penjual es krim

"okelah", 
jawab kita

lubang ketulusan ini memang harus terus di gali

semakin dalam kau keruk perut bumi
semakin banyak kau dapat intisari


makan kudai mang..La lapar perut nie.. wkwkwkwk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar