Milanisti, fans sejati I Rossoneri, tersebar luas di permukaan bumi. Dari yang muda-mudi sampai tua-tua keladi, dari kuli sapai pejabat tinggi, mahasiswa mahasiswi, orang Itali maupun orang Bali, penggemar klub Ac Milan sejati.
AC Milan was definitely in my soul...
"Am I a real Milanisti.......??"
Sejati, apa pengertian sejati disini???? Apakah hanya I Rossoneri yang klub dicinta sedang yang lain dibenci. Yah........, seperti diriku ini yang juga menyukai "The Red Devils" Manchester United, "Los Blancos" Real Madrid & juga "FC Hollywood" Bayer Muenchen. Apakah diriku tidak termasuk Milanisti sejati......????
Perasaan yang sama seperti ketika Milan memenangkan sebuah pertandingan, euforia datang, kemeriahan bathin, perasaan yang 'Ouuuuuggggghhh'...tak bisa dilukiskan dengan kata-kata, begitu pula halnya jika MU, Marid atau Munich yang memenangkan pertandingan perasaan itu begitu indah, mengharu biru. Ataupun sebaliknya jika Milan sedang kalah perasaannya sama ketika MU, Madrid, dan Munich kalah.
Artinya jika keempat klub ini sama-sama memenangkan pertandingan maka akan berlipat-lipat kebahagiaan yang kurasakan. Atau jika salah satu dari keempat klub ini kalah sedang yang lain menang berarti hati ini tidak terlalu sedih. ada pelipur lara, penyejuk jiwa. So, bagaimana jika mkeempat klub ini sama-sama kalah...?????
Ha ha.....biarlah itu jadi derita diriku sendiri kawan...Aku tak akan membaginya dengan anda.
Apakah diriku salah menyukai empat klub sekaligus. Buat teman-teman Milanisti, apakah saya ini tidak termasuk Milanisti sejati? Buat fans Setan Merah, apakah saya ini tidak termasuk salah satu dari kalian? Buat Madridista, apakah saya tidak boleh menyukai Los Blancos? dan buat penggemar FC Hollywood, apakah diriku ini tak layak menyukai Bayern Munich juga???
Apapun jawaban kalian, tak dapat kupungkiri bahwa diriku ini adalah Milanisti, MU lover, Madridista & juga fans FC Hollywood. Khusus buat klub AC Milan, klub yang pertama sakali aku sukai, jika disuatu saat diantara keempat klub ini ada yang saling bertemu seperti sering terjadi dalam partai-partai Erofa especially liga champions, Milanlah yang pertama sekali aku dukung. Misal ketika Diavolo Rosso vs Red Devils bagiku Rossoneri lah yang paling utama. Jikalau Milan menang diriku akan tetap sangat bergembira. Jika kalah???? aku pasti kecewa walaupun tak sekecewa seperti ketika Milan dikalahkan m***da..
Milan memang spesial. Seperti Milanisti yang lain diseluruh dunia paling membenci Juve & Inter, they are both m***da.... Lain halnya dengan MU, diriku tidak terlalu membenci Liverpool, Arsenal or Chelsea, atau Real Madrid, aku tak begitu membenci el Barca,el Che or Super Depor, ataupun Bayern, saya tidak membenci Borussia Dortmund, Werder Bremen even Kaiserslautern.
Teringat kala diriku masih kecil, sekitar tahun 89, masih kanak-kanak. Di layar hitam putih televisi, saat itu cuma ada TVRI, ada pertandingan sepakbola, final Champions Cup antara AC Milan vs Steau Bucharest, Rossoneri menari dipandu oleh trio Belanda, Ruud Gullit, Frank Rijkaard dan tentu saja Marco van Basten. Milan memenangkan pertandingan dengan skor telak 4-0. Empat nol saudara-saudara ha ha..., masing-masing dua gol dicetak oleh Gullit & Basten. Dan ditahun berikutnya tatkala Milan juga mengangkangi Benfica 1-0 dengan gol yang dicetak oleh Rijkaard.
Kenangan itu masih terbayang, begitu melekat. Rossoneri telah memikat hati ini begitu erat, era Silvio Berlusconi yang masih jadi presiden klub sampai sekarang. Dari era pemain trio Belanda, Franco Baresi, Alessandro"Billy"Costacurta, Demetrio"Demi"Albertini, Zvonimir Boban, George Weah, Oliver Bierhoff, Roberto Donadoni, Marcel Desailly, Christian Ziege, Giovanni Galli, Marco Simone, Jon Dahl Tomasson, Andrey Shevchenko,Clereance Seedorf, Kaka dan tentunya Filippo Inzaghi & il capitano Paolo Maldini, sampai eranya Gennaro Gattuso, Robinho, Pato & Ibrahimovic. Dan masih banyak lagi yang tidak tertulis, para serdadu Rossoneri yang telah banyak mengaduk2 hati ini tatkala mereka bermain, berlari, berjuang demi kemenangan I Rossoneri.
Suka cita, tawa & tangis bahagia, euforia kemenangan, perasaan puas, kebanggaan, sampai kekalahan, bahkan kekalahan yang menyakitakan telah banyak kudapati selama mengikuti perjalanan klub ini.
"Am I a real Milanisti.......??"
Yes, I Am

Tidak ada komentar:
Posting Komentar